Didalam tubuh naruto terdapat siluman rubah ekor sembilan. Naruto mempunyai sedikit ciri-ciri Kyubi seperti tanda di
pipinya. Matanya juga sipit seperti serigala. Kyubi telah dikurung dalam Naruto
sejak bayi. Tidak diketahui sejauh mana personaliti Naruto dipengaruhi
oleh Kyubi. Namun, terdapat kemungkinan bahwa Kyubi menyebabkan Naruto sangat
nakal dan suka membuat kesal orang lain untuk mendapat perhatian dan untuk
tidak mengaku kalah dalam setiap pertarungan.
Tahap cakra Naruto adalah sangat tinggi karena Kyubi. Ebisu pernah menyatakan
bahwa daya pengawalan cakra Naruto adalah lemah karena sebagian dari cakranya
digunakan untuk membendung cakra Kyubi yang terlalu kuat (cakra Kyubi yang luar
biasa ini boleh membahayakan Naruto jika dibebaskan dengan terlalu banyak).
Kakashi pula mengatakan bahwa kekuatan kyubi lebih kuat dari kekuatan Naruto
sendiri. Maka, Naruto amat sesuai mengendalikan jurus yang memerlukan banyak
cakra seperti ‘Teknik Pengagihan Bayang’ (Kage Bunshin no Jutsu). Ninja lain
dapat menghasilkan beberapa klon saja dengan sempurna karena jurus ini
menghendaki penggunanya membagikan cakranya dengan tepat kepada klon-klon yang
dihasilkan, berlainan pula dengan Naruto yang mampu menghasilkan 2000 klon dan
pada masa yang sama, membekalkan sejumlah cakra yang mencukupi kepada setiap
klon.
Cakra
Kyubi selalu menjadi lebih nyata apabila Naruto menghadapi saat-saat
genting. Untuk memastikan Naruto dan juga Kyubi sendiri dapat terus
hidup. Kemudian nanti, Naruto berupaya menghubungi Kyubi dan meminta cakranya.
Hal ini karena Kyubi dikurung dalam badan Naruto, cakranya masih boleh mengalir
keluar untuk bersatu dengan cakra Naruto. Tambahan pula, kekuatan cakra Kyubi
yang hampir dalam menyebabkan Kyubi merupakan senjata terunggul bagi Naruto
dalam pertempuran yang sengit. Apabila Naruto menggunakan cakra Kyubi,
ketangkasan dan kekuatannya meningkat secara mendadak. Kadang kecederaannya
pulih turut meningkat. Oleh sebab staminanya berlipat ganda, Naruto bisa terus
melawan tanpa merasa letih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar